TARI BANTENG WARENG SEBAGAI POTENSI BUDAYA LOKAL DI PACITAN 2017

ROHMADHANI, NOVITA WAHYU (2025) TARI BANTENG WARENG SEBAGAI POTENSI BUDAYA LOKAL DI PACITAN 2017. Other thesis, STKIP PGRI PACITAN.

[img] Text
NOVITA WAHYU ROMADHANI_PS_AB2024.pdf

Download (173kB)
[img] Text
NOVITA WAHYU ROMADHANI_PS_AR2024.pdf

Download (273kB)

Abstract

ABSTRAK Novita Wahyu Romadhani. TARI BANTENG WARENG SEBAGAI POTENSI BUDAYA LOKAL DI PACITAN 2017. Skripsi. Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Pacitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah dan perkembangan Tari Banteng Wareng serta eksistensi Tari Banteng Wareng di Desa Wareng Kecamatan Punung Kabupaten Pacitan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang memiliki empat langkah yaitu tahap heuristik, tahap verifikasi, tahap interpretasi, dan tahap historiografi. Keunikan dalam penelitian ini adalah adanya Kesenian Tari Banteng Wareng yang mengisahkan cikal bakal Desa Wareng dan instrumen musiknya menggunakan kolaborasi stalaktit dan stalakmit di Gua Tabuhan yang membedakan dengan kesenian tradisioanal daerah lainnya. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa di Desa Wareng terdapat Tari Banteng Wareng. Eksistensi Tari Banteng Wareng mengalami kemunduran dan hilangnya para peminat, namun pada tahun 2017 Tari Banteng Wareng mulai menunjukkan eksistensinya dan kembali diperkenalkan kepada masyarakat Desa Wareng, terutama untuk generasi muda. Tahun 2017 Tari Banteng Wareng mencapai puncak popularitasnya. Tari Banteng Wareng digunakan dalam rangka penyambutan tamu kenegaraan yakni Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Gua Tabuhan. Pada tahun yang sama, kesenian Tari Banteng Wareng diperlombakan dalam rangka Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat Kecamatan Punung dan mendapatkan Juara I. Selanjutnya berhak mewakili Keacamatan Punung untuk mengikuti perlombaan BBRGM di tingkat Kabupaten. Dalam perlombaan tersebut Kecamatan Punung mendapatkan juara I dan berhak mewakili Kabupaten Pacitan ke tingkat provinsi. Pada lomba BBGRM tingkat provinsi Kecamatan Punung berhasil mewakili Kabupaten Pacitan dengan memperoleh Juara I. Tari Banteng Wareng mengalami perkembangan dari tahun ke tahun dan dikenal oleh masyarakat sehingga eksistensi Tari Banteng Wareng memberikan pengaruh terhadap kehidupan masyarakat baik di bidang sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Desa Wareng. Berdasarkan hal tersebut Kesenian Tari Banteng Wareng dapat dijadikan potensi budaya lokal Pacitan. Kata Kunci: Tari Banteng Wareng, Potensi Budaya, Desa Wareng. ABSTRACT Novita Wahyu Romadhani. THE BANTENG WARENG DANCE AS LOCAL CULTURAL POTENTIAL IN PACITAN 2017. Thesis. History Education STKIP PGRI Pacitan. This study aims to determine the history and development of Banteng Wareng Dance and the existence of Banteng Wareng Dance in Wareng Village, Punung District, Pacitan Regency. This research uses the historical research method with steps in the heuristic, verification, interpretation, and historiography stages. The uniqueness of this research is the existence of the Banteng Wareng Dance Art which tells the story of the origins of Wareng Village and its musical instruments using a collaboration of stalactites and stalagmites in Tabuhan Cave which differentiates it from other regional traditional arts. The research results show that in Wareng Village there is the Wareng Banteng Dance. The existence of the Banteng Wareng Dance experienced setbacks and the loss of enthusiasts, but in 2017 the Banteng Wareng Dance began to show its existence. It was reintroduced to the Wareng Village people, especially the younger generation. In 2017 the Banteng Wareng Dance reached the peak of its popularity. It is danced to welcome guests, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) at Tabuhan Cave. In the same year, the art of the Banteng Wareng Dance was competed in the context of the Community Service Month (BBGRM) at the Punung District level and won 1st place. Furthermore, he was entitled to represent the Punung District in the BBRGM competition at the Regency level. Punung District got first place in this competition and had the right to represent Pacitan Regency at the provincial level. In the BBGRM competition at the provincial level, Punung District succeeded in representing the Pacitan Regency by winning first place. The Banteng Wareng Dance has developed from year to year. It is widely recognized, so the existence of the dance influenced the Wareng Village community’s lives in their social, economic, and cultural aspects. Based on this, the Banteng Wareng Dance is used as a potential for local Pacitan culture. Keywords: Wareng Banteng Dance, Cultural Potential, Wareng Village.

Item Type: Thesis (Other)
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDPIANTO, HERU ARIFariefheru84@gmail.com
UNSPECIFIEDRATNASARI, SRI DWIsridwiratnasari@yahoo.com
UNSPECIFIEDPIANTO, HERU ARIFariefheru84@gmail.com
UNSPECIFIEDMARTINI, MARTINIoing65@gmail.com
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Pendidikan Sejarah
Depositing User: Dhita Indah Puspita Rini
Date Deposited: 23 Feb 2025 14:10
Last Modified: 17 Mar 2025 03:58
URI: http://repository.stkippacitan.ac.id/id/eprint/1715

Actions (login required)

View Item View Item