SETIYANINGRUM, ASIH (2025) PENGGUNAAN GAYA BAHASA PIDATO BAKAL CALON PRESIDEN RI PADA RAKERNAS LDII TAHUN 2023 (KAJIAN STILISTIKA). Other thesis, STKIP PGRI PACITAN.
![]() |
Text
ASIH SETIYANINGRUM_PBSI_AB2024.pdf Download (126kB) |
![]() |
Text
ASIH SETIYANINGRUM_PBSI_AR2024.pdf Download (315kB) |
Abstract
ABSTRAK Asih Setiyaningrum. PENGGUNAAN GAYA BAHASA PIDATO BAKAL CALON PRESIDEN RI PADA RAKERNAS LDII TAHUN 2023 (KAJIAN STILISTIKA). Skripsi. Pacitan: STKIP PGRI Pacitan, 2024. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa pidato bakal calon presiden RI 2024, dan (2) untuk mendeskripsikan fungsi gaya bahasa yang digunakan oleh bakal calon presiden RI 2024 pada Rakernas LDII 2023. Penelitian ini ialah penelitian kualitatif, data penelitian berupa gaya bahasa yang terdapat dalam pidato bakal calon presiden RI 2024 pada Rakernas LDII 2023. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak dengan Teknik Simak Bebas Libat Cakap (SLBC) dan Teknik catat. Analisis data menggunakan alur metode agih dengan Teknik Bagi Unsur Langsung (BUL). Pemaparan hasil analisis data, dengan cara mendeskripsikan hasil analisis data berupa kata, frasa, maupun kalimat mengenai gaya bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pidato Anies Rasyid Baswedan terdapat 51 data gaya Bahasa retoris dan 32 data gaya Bahasa kiasan, 2) pidato Ganjar Pranowo ditemukan 46 gaya bahasa retoris dan 35 data gaya bahasa kiasan, 3) pada pidato Prabowo Subianto terdapat 36 gaya bahasa retoris dan 33 data gaya Bahasa kiasan. Gaya bahasa yang dominan digunakan bakal calon presiden RI 2024 adalah gaya Bahasa hiperbola, erotesis, dan eufemisme. Fungsi gaya bahasa yang digunakan bakal calon presiden dalam pidato Rakernas LDII 2023 meliputi fungsi penegasan, perbandingan, pertentangan, dan sindiran. Fungsi penegasan meliputi gaya bahasa aliterasi, asonansi, apofasis, apostrof, asindeton, polisindeton, elipsis, litotes, tautologi, erotesis atau pertanyaan retoris, dan hiperbola. Fungsi perbandingan meliputi gaya bahasa eufemisme, pleonasme, persamaan atau simile, metafora, alegori, personifikasi, sinekdoke, metonimi, dan paronomasia. Fungsi pertentangan meliputi gaya bahasa paradoks dan satire, serta fungsi sindiran meliputi gaya bahasa ironi. Melalui pidato masing-masing calon presiden, membuktikan adanya kesesuaian konteks yang digunakan. Kata Kunci: Gaya Bahasa, Fungsi Gaya Bahasa, Pidato, Bakal Calon Presiden RI.
Item Type: | Thesis (Other) | |||||||||||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Contributors: |
|
|||||||||||||||
Subjects: | P Language and Literature > PN Literature (General) | |||||||||||||||
Divisions: | Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia | |||||||||||||||
Depositing User: | Dhita Indah Puspita Rini | |||||||||||||||
Date Deposited: | 23 Feb 2025 15:45 | |||||||||||||||
Last Modified: | 17 Mar 2025 04:40 | |||||||||||||||
URI: | http://repository.stkippacitan.ac.id/id/eprint/1747 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |