SINTYA, AYU KRIS (2025) MAKNA SIMBOLIK ISI SESAJEN PADA RITUAL SUGUH SESAJI DALAM KESENIAN JARANAN PEGON PAGUYUBAN KYAI MENGGUNG DI DESA MANGUNHARJO KECAMATAN ARJOSARI. Other thesis, STKIP PGRI PACITAN.
![]() |
Text
AYU KRIS SINTYA_PBSI_AB2024.pdf Download (141kB) |
![]() |
Text
AYU KRIS SINTYA_PBSI_AR2024.pdf Download (234kB) |
Abstract
ABSTRAK SKRIPSI Ayu Kris Sintya. MAKNA SIMBOLIK ISI SESAJEN PADA RITUAL SUGUH SESAJI DALAM KESENIAN JARANAN PEGON PAGUYUBAN KYAI MENGGUNG DI DESA MANGUNHARJO KECAMATAN ARJOSARI. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. STKIP PGRI Pacitan. Sesajen merupakan media persembahan yang digunakan dalam ritual atau upacara adat. Sesajen dalam pertunjukan Jaranan dapat menguatkan identitas dan kedalaman makna. Sesajen berisi bermacam isian untuk dipersembahkan kepada makhluk halus yang bersemayam di suatu tempat. Macam-macam isi sesajen dalam pertunjukan jaranan tidak lepas dari makna simbolik yang mewakili pesan-pesan atau maksud tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik isi sesajen pada ritual Suguh Sesaji dan menelaah makna mantra dalam pertunjukan kesenian Jaranan Pegon Paguyuban Kyai Menggung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang ditinjau dengan teori semiotika Roland Barthes. Subjek dalam penelitian ini yaitu informan yang mengetahui makna isi sesajen dalam pertunjukan Jaranan dan seluk-beluk Paguyuban Kyai Menggung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil temuan data dalam penelitian ini yaitu isi sesajen yang digunakan dalam pertunjukan kesenian Jaranan Pegon Paguyuban Kyai Menggung meliputi dupa, kemenyan, bunga tujuh rupa, garam, kopi pahit, teh pahit, dawet, ayam ingkung, cok bakal, minyak wangi Serimpi dan Fanbo, beras kuning, beras ketan, pisang raja sebanyak dua sisir (setangkep), kelapa, rokok klobot, rokok Gudang Garam Merah, arang, dan telur kampung. Makna simbolik dari isian sesajen tersebut dipercaya dapat menghantarkan doa agar cepat terkabul kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, memohon keselamatan dan kelancaran, menghormati para leluhur, mendatangkan rezeki, serta menjauhkan dari hal-hal yang buruk. Mantra dalam pertunjukan Jaranan diucapkan pada saat memulai pertunjukan (Suguh Sesaji) dengan maksud mengundang makhluk halus dan pada akhir pertunjukan untuk mengembalikan makhluk halus ke tempat asalnya. Mantra juga diucapkan ketika seseorang memiliki hajat atau nazar sebagai bentuk penepatan janji. Kata kunci: makna simbolik, isi sesajen, ritual suguh sesaji, kesenian Jaranan Pegon, ABSTRACT Ayu Kris Sintya, THE SYMBOLIC MEANING OF THE SESAJEN CONTENTS IN THE RITUAL OF SUGUH SESAJI IN THE ART OF JARANAN PEGON PAGUYUBAN KYAI MENGGUNG IN MANGUNHARJO VILLAGE, ARJOSARI SUBDISTRICT. Thesis. Indonesian Language and Literature Education Study Program. STKIP PGRI Pacitan. Sesajen is a medium of offering used in rituals or traditional ceremonies. Sesajen in Jaranan's performances can strengthen identity and depth of meaning. It contains various contents to be presented to living spirits that live in a place. The contents of Sesajen in Jaranan performances cannot be separated from symbolic meanings that represent certain messages or intentions. This study aims to describe the symbolic meaning of the Sesajen contents in the Suguh Sesaji ritual and examine the meaning of mantras in the Jaranan Pegon Paguyuban Kyai Menggung art performance. This study uses a qualitative descriptive method with Roland Barthes' semiotic theory. The subjects in this study were informants who knew the meaning of Sesajen contents in the Jaranan performance and the ins and outs of the Paguyuban Kyai Menggung. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used the Miles and Huberman interactive model, which consists of three stages: data reduction, data presentation, and conclusions. The findings of the data in this study are that the Sesajen contents used in the Jaranan Pegon Paguyuban Kyai Menggung art performance include incense, frankincense, seven types of flowers, salt, bitter coffee, bitter tea, dawet, ingkung chicken, cok bakal, Serimpi and Fanbo perfumes, yellow rice, sticky rice, two combs of plantains (a bunch), coconut, klobot cigarettes, Gudang Garam Merah cigarettes, charcoal, and kampung eggs. The symbolic meaning of the Sesajen contents is believed to be able to convey prayers to God Almighty to be answered quickly, ask for safety and smoothness, honor ancestors, bring sustenance, and keep away from bad things. The mantra in the Jaranan performance is recited at the start of the performance (Suguh Sesaji) to invite spirits and at the end to return the spirits to their place of origin. Mantras are also recited when someone has a wish or vow as a form of fulfilling a promise. Keywords: symbolic meaning, Sesajen contents, Suguh Sesaji ritual, Jaranan Pegon art
Item Type: | Thesis (Other) | |||||||||||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Contributors: |
|
|||||||||||||||
Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology | |||||||||||||||
Divisions: | Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia | |||||||||||||||
Depositing User: | Dhita Indah Puspita Rini | |||||||||||||||
Date Deposited: | 23 Feb 2025 15:46 | |||||||||||||||
Last Modified: | 17 Mar 2025 04:41 | |||||||||||||||
URI: | http://repository.stkippacitan.ac.id/id/eprint/1748 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |