UNGKAPAN TRADISIONAL LARANGAN BAGI IBU HAMIL DI DESA TANJUNGLOR KECAMATAN NGADIROJO KABUPATEN PACITAN

YUNITA, IRMA (2025) UNGKAPAN TRADISIONAL LARANGAN BAGI IBU HAMIL DI DESA TANJUNGLOR KECAMATAN NGADIROJO KABUPATEN PACITAN. Other thesis, STKIP PGRI PACITAN.

[img] Text
IRMA YUNITA_PBSI_AB2024.docx.pdf

Download (124kB)
[img] Text
IRMA YUNITA_PBSI_PBSI_AR2024.pdf

Download (327kB)

Abstract

ABSTRAK Irma Yunita. UNGKAPAN TRADISIONAL LARANGAN BAGI IBU HAMIL DI DESA TANJUNGLOR KECAMATAN NGADIROJO KABUPATEN PACITAN. Skripsi. Pacitan: STKIP PGRI Pacitan, 2024. Ungkapan tradisional merupakan kalimat yang mengandung makna kiasan mengenai sudut pandang, sikap, tindakan, dan kebiasaan yang diturunkan dalam kelompok tertentu. Ungkapan tradisional larangan termasuk dalam kategori peribahasa, satuan gramatikalnya bisa frasa, klausa, atau kalimat yang memiliki bentuk dan makna tetap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk, makna, fungsi, dan eksistensi ungkapan tradisional larangan bagi ibu hamil yang ditinjau menggunakan kajian folklor dan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu masyarakat, sesepuh, dan ibu hamil di Desa Tanjunglor, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. Objek dalam penelitian ini yaitu ungkapan tradisional larangan bagi ibu hamil di Desa Tanjunglor Kecamatan Ngadirojo. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Keabsahan data menggunakan triangulasi teori, sumber, dan metode. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil temuan dalam penelitian ini sebagai berikut. Pertama, terdapat sebanyak 26 bentuk ungkapan tradisional larangan yang ada di Desa Tanjunglor Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan, sekaligus mengandung makna tersirat yang bisa dijadikan sebagai pedoman untuk kehidupan. Kedua, fungsi ungkapan tradisional larangan bagi ibu hamil sebagai media memperkuat suatu keyakinan dan kepercayaan, sekaligus sebagai kearifan lokal yang menjadi pedoman hidup. Ketiga, eksistensi atau keberadaan ungkapan tradisional larangan bagi ibu hamil dilakukan dengan pola masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun dan tanggapan masyarakat mengenai eksistensi ungkapan tradisional cukup beragam yang dipengaruhi oleh beberapa faktor meliputi faktor pendidikan, usia, dan sosial budaya. Kata Kunci : Larangan, Makna, Masyarakat, Tradisional, Ungkapan. ABSTRACT Irma Yunita. TRADITIONAL PROHIBITION EXPRESSIONS FOR PREGNANT WOMEN IN TANJUNGLOR VILLAGE, NGADIROJO DISTRICT, PACITAN REGENCY. Thesis. Pacitan: STKIP PGRI Pacitan, 2024. Traditional expressions are sentences that contain figurative meanings regarding points of view, attitudes, actions, and habits that are passed down in certain groups. Traditional expressions of prohibition are included in the category of proverbs, the grammatical units can be phrases, clauses, or sentences that have fixed forms and meanings. This study aims to determine the form, meaning, function, and existence of traditional expressions of prohibition for pregnant women, which are reviewed using Roland Barthes' folklore and semiotic studies. This study uses a qualitative descriptive method. The subjects in this study were the community, elders, and pregnant twomen in Tanjunglor Village, Ngadirojo District, Pacitan Regency. The objects in this study were traditional expressions of prohibition for pregnant twomen in Tanjunglor Village, Ngadirojo District. Data collection techniques used observation, interviews, documentation, and questionnaires. Data validity used triangulation of theory, sources, and methods. The data analysis technique used the Miles and Huberman interactive model, which consisted of three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion. The findings of this study are as follows: First, there are 26 forms of traditional prohibition expression in Tanjunglor Village, Ngadirojo District, and Pacitan Regency. It implied meanings that can be used as guidelines for life. Second, the function of traditional prohibition expressions for pregnant women is as a medium to strengthen a belief and trust, as well as local wisdom that is a guideline for life. Third, the existence or presence of traditional prohibition expressions for pregnant women is carried out with a community pattern that is inherited from generation to generation, and the community's response of the existence of traditional expressions is unique, which is influenced by several factors, including education, age, and socio-cultural factors. Keywords: Prohibition, Meaning, Community, Traditional, Expression.

Item Type: Thesis (Other)
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDMABRURI, ZUNIAR KAMALUDDINzuniarmabruri@gmail.com
UNSPECIFIEDSUTOPO, BAKTIbktsutopo@gmail.com
UNSPECIFIEDMABRURI, ZUNIAR KAMALUDDINzuniarmabruri@gmail.com
UNSPECIFIEDPUTRI, NIMAS PERMATAnimaspermatap@gmail.com
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Dhita Indah Puspita Rini
Date Deposited: 24 Feb 2025 02:09
Last Modified: 18 Mar 2025 00:58
URI: http://repository.stkippacitan.ac.id/id/eprint/1759

Actions (login required)

View Item View Item